X SBOBETmobile.asia

Bonus 10% untuk member baru Agentbetting                  Khusus Sportsbook komisi 1.25%                  Rolling 0.7% Casino Online                  Bonus 5% setiap kali deposit casino online

Perjalanan Juventus Di Serie A Musim 13/14

Update Terakhir: May 20, 2014

Perjalanan Juventus Di Serie A MusimPerjalanan Juventus Di Serie A Musim 13/14 – Akhirnya Juve meraih title scudetto ke 3 secara beruntun di kompetisi Serie A Italia. Gelar ini menjadi gelar ke 30 dan berhak menyematkan 3 bintang di jerseynya. Raihan scudetto musim ini jelas paling fenomenal. Pasalnya mereka menorehkan beberapa rekor baru. Namun sayangnya perjalanan Juve di kompetisi Eropa tidak semulus di kompetisi lokal. AC Milan masih menjadi tim dari Italia yang menjadi pengumpul medali terbanyak di Eropa.

Juventus sudah menjadi favorit meraih Serie A Italia semenjak awal musim. Dan hal tersebut mulai terbukti ketika Juve mampu menunjukkan permainan positif. Di 7 giornata pertama di Serie A, praktis hanya AS Roma dan Napoli yang menekan Juve. Sementara Milan dan Inter terkena masalah internal di skuad mereka.

Juve sendiri mencatat raihan sempurna yaitu 12 kemenangan beruntun di kompetisi Serie A. dan mereka mampu meraih 22 laga tanpa sekalipun mengalami kekalahan. Jelas sebuah rekor yang cukup luar biasa. Juve sendiri juga memiliki rekor kebobolan yang cukup sedikit. Selain itu Juve selalu menang di kandang sendiri di kompetisi Serie A musim ini. Di akhir musim Juve mampu meraih 102 poin dan membuat rekor FC Internazionale dengan raihan 97 poin akhirnya terlewat.

Sayangnya penampilan gemilang Juve di Italia tidak diikuti di Liga Champions. Juve harus babak belur di kompetisi UCL ketika mereka harus menyerahkan tiket ke babak 16 besar Liga Champions ke tangan Galatasaray. Sementara impian dan target mereka untuk berpesta di Juventus Stadium yang menjadi tempat final LE, akhirnya kandas setelah mereka di tundukkan Benfica di babak semi final.

Sosok Carlos Tevez menjadi sosok fenomenal di skuad Juve. Meskipun kembali gagal membawa timnya lolos ke babak 16 besar Liga Champions (sebelumnya bersama Manc. Cituy), Tevez mampu menampilkan permainan gemilang di Serie A. Tevez sendiri sudah berusia 30 tahun. Namun kecepatan dan juga kemampuan Tevez tidak hilang sama sekali. Raihan 19 gol dan 7 assist menjadi torehan Tevez musim ini. El Apache sendiri akhirnya memang gagal menjadi top skor Serie A. Namun Tevez mampu menjelma menjadi predator berbahaya.

Sudah tidak ada yang perlu di ragukan di kompetisi domestic. Namun jika berbicara di kompetisi Eropa, Juve tidak ubahnya seperti tim dari papan tengah alias medioker yang hanya numpang lewat. Terakhir kali Juve berlaga di final Liga Champions pada tahun 2003 kala melawan AC Milan. Dan itupun di menangkan oleh Milan. Tentu menjadi target khusus bagi para punggawa Juve untuk tampil luar biasa di Liga Champions musim depan.